Keterampilan Guru : Membuat Bucket Bunga

 Oleh : Erwin Hidayatullah

Hari Sabtu tanggal 19 Maret 2022 merupakan hari yang menyenangkan menurut saya, saya dan kameraman saya datang ke sekolah SDN Saruni 3, di sini merupakan tempat saya menuntut ilmu waktu kecil. Banyak sekali perubahan disekolah ini setelah saya lulus, sekolah menjadi lebih asri indah dan rapi. Kedatangan saya disambut oleh guru-guru disana, ternyata guru yang dulu pernah mengajar saya masih ada, dan alhamdulillah mereka diberikan panjang umur, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan kepada mereka semua. Tetapi ada beberapa guru yang tidak ada, dikarenakan mereka sudah pindah sekolah.

Saat sampai disana saya disuruh langsung mengajar, dikarenakan ini hari sabtu maka, pas sekali saya mengajarkan pendidikan keterampilan kepada anak-anak. Seperti biasanya kelas dimulai pukul 10.00-12.00, saat masuk ke kelas dan diberitahu bahwa ada kedatangan tamu spesial, saya disambut oleh anak-anak. Disana saya langsung memberikan salam, dan berdo’a terlebih dahulu. Setelah itu kelas dilanjutkan dengan memperkenalkan diri saya dan maksud dan tujuan saya datang ke kelas tersebut. Sedikit menceritakan tentang awal mula saya masuk sekolah SDN Saruni 3, tahun 2013, adik-adik disana kaget. Karena mungkin mereka belum lahir, jauh sekali bukan.

Setelah mengenalkan diri dilanjutkan dengan sedikit games dan tarik suara, mereka sangat menyukainya dan mereka tertawa terbahak-bahak. Setelah itu saya menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, Butcket merupakan sebuah karangan bunga yang memerlukan teknik hand made (kerajinan tangan) yang disusun semenarik mungkin, sehingga bentuknya unik. sehingga nanti siswa dapat mengaplikaisnya pada kehidupan sehari-hari, buctket juga bisa digunakan sebagai hiasan, kado, dan lain sebagainya. Setelah saya rasa cukup tenang akhirnya saya memulai praktek membuat bucket, saya membaginya menjadi 3 kelompok. Satu kelompok saya beri Origami beberapa lembar.  Setelah itu saya memperaktikannya terlebih dahulu proses pembuatan bucket ini. Sebetulnya untuk pembuatan butcket bisa menggunakan kertas lain selain origami, namun biar lebih simpel saya menggunakan kertas origami.

Setelah mempraktikannya saya langsung memberikan kepada anak-anak untuk membuatnya. Dan membiarkan anak untuk mengeksplorasi sendiri, dan jika ada yang tidak paham maka saya akan membantunya. Metode yang digunakan dalam pembelajaran kali ini adalah konvensional/Ceramah, Demonstrasi, tanya jawab dan diskusi. Dan mereka langsung memahami apa yang saya ucapkan dan praktikan.   

Komentar